Rabu, 22 Maret 2017

Ekologi dan Ilmu Lingkungan


Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan mahluk hidup dengan komponen sekitarnya.
Ekologi sebenarnya mempertanyakan tentang berbagai hal seperti :
1. Bagaimana alam bekerja
2. Bagaimana spesies beradaptasi dalam habitatnya
3. Apa yang diperlukan dari habitatnya untuk melangsungkan kehidupan
4. Bagaimana mereka mencukupi materi dan energi
5. Bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lain
6. Bagaimana individu dalam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi
– Ekologi merupakan disiplin baru dari biologi yang merupakan mata rantai fisik serta proses biologi yang menjembatani antara ilmu alam dan ilmu sosial
– Tahun 1900, Ekologi menjadi acuan ilmu-ilmu lainnya, yang wajib diketahui, karena dapat menerangkan, memberikan ilham, mencari jalan menuju hidup layak
– Setelah 1968, timbul kesadaran lingkungan di seluruh dunia, dimana setiap orang dituntut untuk hemat dalam penggunaan sumber daya, hemat energi, dan dapat mengurangi pencemaran tanah, air, udara, yang merupakan masalah lingkungan sedunia (globalisasi lingkungan)
– Setelah ada gerakan sadar lingkungan (di dunia, 1968 dan di Indonesia 1972), maka setiap orang mulai memikirkan : masalah pencemaran, rusaknya daerah-daerah alami, hutan, pantai, meningkatnya perkembangan penduduk, yang berdampak pada masalah pangan, penggunaan energi, kenaikan suhu akibat efek gas rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, dst
Ruang lingkup ekologi dapat dilihat pada spectrum Biologi sekumpulan individu, dari jenis yang sama, terjadi di satu tempat dalam waktu tertentu
–  Spectrum biologi, mulai dari gen, sel, organ, organisme, populasi, komunitas yang bila ditambah dengan materi/mineral dan energi, maka akan menjadi sistem sel, sistem organ, system organisme, system populasi dan ekosistem.
–  Sistem-sistem tersebut bertujuan dan merupakan gabungan dari komponen-komponen yang berinteraksi satu dengan lainnya secara teratur, saling bergantung untuk membentuk suatu keseluruhan.
– Walaupun ekologi penting, ia bukan satu-satunya masukkan untuk mengambil keputusan dalam masalah lingkungan.
Faktor lain yang dalam pengelolaan lingkungan hidup harus dipertimbangkan secara seimbang adalah faktor ekonomi, teknologi, sosial, dan budaya
Ekosistem.
– Ekosistem terbentuk oleh komponen hidup dan tidak hidup, yang berinteraksi dalam suatu tempat sebagai suatu kesatuan yang teratur. Keteraturan ekosistem terjadi oleh adanya arus materi, energi, dan informasi.
– Komponen-komponen dalam ekosistem menunjukkan bahwa, ekosistem tersebut berada dalam suatu keseimbangan tertentu.
– Keseimbangan tersebut sifatnya tidak statis, namun dinamis, selalu berubah, dapat besar atau kecil, dapat terjadi secara alami atau dibuat oleh manusia.
– Sebagai contoh, keadaan bumi tidak tetap (kandungan CO2 dan O2 dalam udara), iklim, gunungnya, flora/faunanya.
– Dalam skala kecil, Gn. Krakatau (1883) meletus, kehidupan di pulau tersebut menjadi rusak. Dari penelitian, diketahui bahwa mula- mula hanya ada tumbuhan tingkat rendah (lumut, paku), baru kemudian timbul tumbuhan tingkat tinggi. Inilah yang disebut suksesi. Keseimbangan Gn.Krakatau berubah total. Di dunia ini tidak ada yang kekal
– Akuarium dapat dianggap sebagai ekosistem, dimana ikan, air, tumbuhan air, pasir, plankton, mineral, dan oksigen terlarut merupakan komponen ekosistem
– Hutan luas dengan tumbuhan tinggi, rendah, tumbuhan perdu, hewan danau, ada suatu keteraturan yang seimbang dalam ekosistem tersebut
Ilmu Lingkungan
 Ilmu Lingkungan adalah ilmu yang mempelajari penerapan berbagai prinsip dan ketentuan ekologi di dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, ilmu lngkungan disebut sebagai applied ecology.
Arti lingkungan hidup
–  Mahluk hidup lain bukan sekedar kawan hidup bersama manusia secara pasiv atau netral, melainkan sangat terkait dengan mereka, tanpa mereka, manusia tidak dapat hidup
–  Sebagai contoh, bagaimana bila di bumi ini tidak ada oksigen dan makanan ? dari tumbuhan dan hewan manusia memperoleh materi dan energi
–  Sebaiknya disadari, bahwa manusia membutuhkan mahluk hidup lain untuk kelangsungan hidupnya (manusia, tumbuhan, hewan, jasad renik) yang menempati ruang tertentu, di mana dalam ruang tersebut terdapat benda tidak hidup (abiotik) berupa tanah, air dan udara.
Sifat lingkungan ditentukan oleh berbagai hal, diantaranya :
1. Jenis dan jumlah masing-masing unsur lingkungan tersebut lingkungan yang terdiri dari (10) manusia, (1) anjing, (3) burung, (1) pohon kelapa, (1) bukit batu, akan berbeda sifatnya dengan lingkungan yang terdiri dari (1) manusia, (10) anjing, tertutup rimbun pohon bambo, tanpa bukit batu (rata)
2. Hubungan atau interaksi antara unsur dalam dalam lingkungan tersebut Dua ruangan yang luasnya sama, dilengkapi perabot yang sama pula namun dengan lay out berbeda, akan menghasilkan sifat ruangan yang berbeda pula.
3. Faktor kelakuan (kondisi) unsur lingkungan hidup Sebagai contoh, kota dengan penduduk yang aktif dan bekerja keras akan memiliki lingkungan yang lain dengan sebuah kota yang sikap penduduknya santai dan malas bekerja. Atau, lingkungan daerah yang berlahan landai dan subur dengan yang berlereng dan tererosi.
4. non material lingkungan panas, silau, dan bising akan berbeda dengan lingkungan sejuk yang dengan cahaya cukup tapi tenang.
Ekologi dan Ekosistem
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari mahluk hidup dalam rumah tangganya atau ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan komponen lain di sekitarnya.

  Pokok- Pokok Ilmu Lingkungan Dan Ekologi
Mahluk hidup lain bukan sekedar kawan hidup bersama manusiasecara pasiv atau netral, melainkan sangat terkait dengan mereka,tanpa mereka, manusia tidak dapat hidup sebagai contoh, bagaimana bila di bumi ini tidak ada oksigen dan makanan? dari tumbuhan dan hewan manusia memperoleh materi dan energi sebaiknya disadari, bahwa manusia membutuhkan mahluk hiduplain untuk kelangsungan hidupnya (manusia, tumbuhan, hewan, jasadrenik) yang menempati ruang tertentu, di mana dalam ruang tersebutterdapat benda tidak hidup (abiotik) berupa tanah, air dan udara Sifat lingkungan ditentukan oleh berbagai hal, diantaranya :
1.   Jenis dan jumlah masing-masing unsur lingkungan tersebut
Lingkungan yang terdiri dari (10) manusia, (1) anjing,(3) burung, (1)pohon kelapa, (1) bukit batu, akan berbeda sifatnya dengan lingkunganyang terdiri dari (1) manusia, (10) anjing, tertutup rimbun pohon bambo,tanpa bukit batu (rata).
2.   hubungan atau interaksi antara unsur dalam dalam lingkungan tersebut
Dua ruangan yang luasnya sama, dilengkapi perabot yang sama pulanamun dengan lay out berbeda, akan menghasilkan sifat ruangan yangberbeda pula.
3.   faktor kelakuan (kondisi) unsur lingkungan hidup
Sebagai contoh, kota dengan penduduk yang aktif dan bekerja kerasakan memiliki lingkungan yang lain dengan sebuah kota yang sikappenduduknya santaidan malas bekerja. Atau, lingkungan daerah yangberlahan landai dan subur dengan yang berlereng dan tererosi.
4.   non material
lingkungan panas, silau, dan bising akan berbeda dengan lingkungan sejuk yang dengan cahaya cukup tapi tenang.
Dalam ekologi hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya (ekosistem) bersifat objektif, manusia dipandang sama dengan mahluk hidup lain, pandangan hubungan antara manusia dengan lingkungan bersifat subyektif. Dalam ilmu lingkungan manusia mempunyai hak khusus, semuanya dipandang dari kepentingan manusia, tetapimanusia juga harus mempunya tanggung jawab yang paling besar terhadap lingkunanya dimana tanggung jawab ini tidak mungkin diserahkan kepada mahluk hidup lain. Disinilah perlunya kita mempelajari lingkungan hidup, agar kita dapat menempatkan diri sesuai dengan porsinya didalam lingkungan yang harus kita jaga. Adapun perbedaan utama antara Ilmu lingkungan dan ekologi adalah adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat, batu, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam.
Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan secara menyeluruh. Ilmu lingkungan juga tidak lepas dari perilaku manusia itu sendiri sebagai suatu komponen lingkungan yang paling dominan. Sebab manusia senantiasa mengolah, mengambil dan mengembangkan sesuatu yang ada di alam itu sendiri. Untuk mencapai keseimbangan lingkungan, otomatis diperlukan kesadaran dari manusia agar merasa memiliki dan mencintai segenap mahluk h idup dan alam lingkungannya sebagai tempat hidupnya.

REFERENSI :


Minggu, 08 Januari 2017

Scheduling Job Shop – A Case Study

Nama   : Dove E. B. Silalahi
Kelas   : 3ID06
NPM   : 33414259
           
1.        Latar Belakang
Industri manufaktur produk diskrit diproduksi melalui pengolahan pada mesin yang berbeda. Pengolahan yang dilakukan dalam mengatur pekerjaan dalam bidang industri dilakukan dengan metodologi yang berbeda. Penanganan ideal pada setiap daerah kerja dikenal sebegai job shop, manufaktur selular, toko proyek, manufaktur terus menerus, aliran garis, manufaktur fleksibel dan manufaktur reconfigurable. Penjadwalan pekerjaan di indutri banyak dilakukan oleh pihak yang berpengalaman dengan menggunakan pendekatan tertulis dan juga grafis melalui beberapa database industri.
Banyak aturan yang ditemukan dalam literatur untuk penjadwalan perkejaan berdasakan tanggal jatuh tempo, operasi kritis, waktu proses, dan pemanfaatan sumber data dan rasio kritis. Aturan ata dasar waktu proses yang terpendek waktu pemrosesan (SPT) dan waktu proses terpanjang (LPT). Pekerjaan pertama yang di proses pada SPT memiliki waktu yang lebih singkat, sedangkat proses kerja yang lama pada LPT. Aturan pengiriman lain pertama melayani (FCFS) dimana perkerjaan diproses agar masuk dan bertahan datang pertama melayani (LCFS) dimana pekerjaan yang terakhir akan diproses pertama kali.
Industri manufaktur penjadwalan mesin tunggal, penjadwalan flow shop dan job shop scheduling. Pekerjaan yang di proses pada mesin tunggal dan menjadi pekerjaan terbaik dengan penjadwalan dengan urutan menaikan waktu. Aliran pada setiap pekerjaan harus diproses malalui masing-masing mesin dan waktu proses untuk setiap pekerjaan berbeda pada setiap mesin. Pekerjeaan dalam job shop mungkin atau tidak memungkinkan akan diproses pada semua mesin dan juga waktu pengolahan setiap pekerjaan yang berbeda dan dikerjakan pada mesin yang berbeda juga. Hal ini adalah salah satu masalah yang paling kompleks dan penjadwalan yang optimal juga akan sulit dihitung. Sebuah job shop biasanya terdiri mesin dengan pengolahan bahan yang identik.
Masalah utama dengan teknik ini bahwa beberapa didasarkan pada waktu proses mengabaikan tanggal jatuh tempo sementara lainnya mengganggap tanggal jatuh tempo dan mengabaikan waktu proses. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemecahan algoritma baru pada masalah job shop, mengingat pekerjaan meiliki beberapa operasi mesin dengan seusai tanggal jatuh tempo atau lead time.

2.        Hasil dan Pembahasan
Fasilitas manufaktur dianalisis melalui ketersediaan mesin dan operasi masing-masing yang akan dilakukan pada setiap mesin. Acuan dasar kesamaan fasilitas manufaktur dibagi menjadi pembentuk (S), Penggilingan (M), Bor (B), Welding (W), dan Grinding (G) pusat mesin. Operasi waktu untuk setiap pekerjaan di setiap pusat mesin diamati melalui studi gerak waktu dengan stop watch dan dioperasikan pekerja yang baik.
Tabel 1. Waktu pemrosesan untuk pekerjaan (1, 2 ... m-1, m) pada mesin (1, 2 ... n-1, n)
Nama Pekerjaan                Jobs       S             L             M            B             W            G     Priorit y
Nut                                          1              0              17          0              0              0              0              2
Bolt                                         2              0              19,5        0              0            0              0              2
Gear                                        3              60           18,5        30           15           0              4              1
Hexagonal Aksesori            4              65           17,5        45           4             0              6              1
Flange Pipe                            5              0              50           35           35           27           25           2
Screw                                      6              62           58           15           0              0              0              1             
Lead Screw                            7              60           34,5        20           0              0              0              2
Universal Coupling             8              60           17,5        20           10            0              6              3
Lathe Center                          9              63           29,5        0              0              0              5              3
Piston Connecting
Rod                                        10           0              0              17           11           0              7              3
Sprocket                                11           0              0              15           55           0              5              2
Tie Rod End                         12           0              26           27,5        27           0              6.5          3
Gear Pump Flange               13           0              27           15           31           17           5              3
Dalam rangka untuk memeriksa bahwa heuristic yang diusulkan memberikan hasil yang optimal yang berbeda heuristic pekerjaan jib shop diterpakan untuk 13 pekerjaan dan 6 mesin masalah pada tabel 1. Diperoleh berbagai penerapan heuristic yang ditunjukan pada tabel 2.
Tabel 2. Perbandingan algoritma
Algoritma                                                            Sequence                               Make Span (Menit)
SPT                                                         1 2 10 11 12 13 9 8 7 3 6 4 5                            559,5
LPT                                                        5 4 6 3 7 8 9 13 12 11 10 2 1                            580
Johnsons                                               1 2 10 11 12 13 5 6 4 3 7 8 9                            404,5
Gupta                                                     1 2 10 11 12 13 5 6 4 3 7 8 9                            404,5
CDS                                                       1 2 11 13 12 10 8 4 5 9 3 6 7                            424,5
naik haji                                                11 5 10 13 12 1 2 8 3 9 4 7 6                            443
WI                                                          10 5 12 11 13 1 2 6 3 4 7 8 9                            404,5

Perbandingan heuristic yang berbeda pada tabel 2 menunjukan bahwa metode WI dapat memberikan hasil yang optimal. Kemudian mempertimbangkan lead time, langkah-langkah yang dibahas dalam metodologi solusi yang digunakan, pekerjaan dengan lead time dari satu hari yang diberikan paling penting dibandingkan dengan pekerjaan memilki lead time dari 2 dan 3 hari. Demikian pula berlaku cara yang sama untuk kelompok 2 dan 3 seperti tabel 3
Tabel 3. Urutan berdasarkan WI
Mesin / Jobs         S              L             M            B             W            G             Lead Time           WI
6              62           58           15            0               0              0                       1              0.849315
3              60           18,5        30           15             0              4                        1              0,88189
4              65           17,5        45           4               0              6                        1              0.887218
5              0              50           35           35            27           25                       2              -,13605
1              0              17           0              0              0              0                        2              0.058824
7              60           34,5        20            0              0              0                        2              0.061135
11           0              0              15           55            0              5                         2              0.085714
2              0              19,5        0              0             0              0                         2              0.102564
10           0              0              17           11            0              7                         3              -0,25
12           0              26           27,5        27            0              6.5                      3              -,08075
13           0              27           15           31           17             5                         3              -,05556
8              60           17,5        20           10            0              6                         3              1.136842
9              63           29,5        0              0              0              5                         3              1.966102

Membuat rentang dihitung pada 500 menit untuk urutan diperoleh berdasarkan metode WI. Perbandingan dari WI untuk algoritma lain ditunjukan pada tabel 4.
Tabel 4. Perbandingan Algoritma
Algoritma                                            Total Membuat Span (menit)
SPT                                                                         560
LPT                                                                         500
Johnson                                                                 505
Gupta                                                                     505
CDS                                                                        500
Palmer                                                                    560
WI                                                                           500

3.        Kesimpulan

Teknik penjadwalan pada LPT, SPT, Johnson, Gupta, dan Palmer dipelakukan untuk job shop scheduling. Metode WI baru mudan dan memiliki biaya yang kurang tersetrukur dibandingkan dengan metode lain. Metode baru dan empat metode lainnya ditingkatkan dengan meningkatkan tingkat pemasukan. Asumsi ini didasarkan pada pengolompokan pekerjaan berdasarkan lead time. Metode yang sebelumnya sama sekali mengabaikan lead time sedangkan metode baru di modifikasi dengan mencakup proses dan aspek lead time.

Refrensi : 
https://www.researchgate.net/publication/307900214_Scheduling_job_shop_-_A_case_study


Sabtu, 31 Desember 2016

Tugas 1 Metode Penelitian (Review Jurnal)


Nama       : Dove Enrew Bernadian Silalahi
Kelas        : 3ID06
NPM         : 33414259
Dosen      : Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal, SP.Msi

Kegunaaan Efektif Analisis Data Sekunder pada Penelitian Berbakat Pendidikan

1.     Latar Belakang
Analisis data sekunder pada awalnya dalam bidang pendidikan berbakat yang dimulai pada pengaruh pekerjaan Lewis Terman dan rekan-rekannya pada Stanford University. Beberapa orang menganggap bahwa pekerjaan ini menjadi studi longitudinal yang pernah dilakukan dalam bidang psikologi (Cravens, 1992). Terman dan rekan-rekannya mengumpulkan data dan diarsipkan dalam jumlah besar pada sekitar 1.500 anak-anak berbakat (IQ>140) dalam beberapa decade terakhir. Tujuan terman pada data yang telah diarsipkan adalah data tersebut dapat berguna dan telah tersedia bagi peneliti-peniliti di masa yang akan dating untuk memajukan sutudi pengembangan bakat dan studi pengukuran kemampuan kognitif. Meskipun penggunaan data tersebut menurun pada tahun baru-baru ini, para peneliti terus melakukan pemeriksaan pada data tersebut dalam rangka memberikan wawasan yang baru dalam pengembangan bakat.


2.     Pembahasan dan Tujuan
Analisis data sekunder berbeda dari analisis data primer baik dari bentuk maupun fungsinya. Windle (2010) menunjukan bahwa analisis data primer digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pertama kali. Sedangkan analisis data sekunder digunakan sebagai cara untuk mengeskplorasi hubungan antara varibel alternative atau dari persepektif peneliti yang berbeda, serta melakukan studi penelitian dengan menggunakan metodologi statistil yang mungkin belum tersedia pada data yang asli.
Beberapa manfaat dan hubungan pada bidang pengembangan bakat. Pertama data arsip nasional yang menjadi perwakilan data yang utama membuat set data yang tersedia bagi peneliti berbakat atau tidak memiliki biaya memiliki set data yang besar. Kedua, studi penelitian yang mendapat dana besar dari pemerintah biasanya menggunkan pengumpulan data dari beberapa individu yang banyak dan juga dalam beberapa konteks yang berbeda sehingga memungkinkan untuk mengeksplor pengaruh sistemik atau ekologis yang lebih besar. Ketiga, penggunaan data set representative secara nasional memungkinkan dalam memilih sampling secara lebih luas, dengan demikian meningkatkan validitas temuan eksternal. Keempat, analisis sekunder dari data arsip yang besar memungkinkan akses ke variabel array yang lebih relevan bagi disiplin ilmu pengembangan psikologi, kognitif psikologi, pskologi social, ataupun psikologi pendidikan. Oleh karena itu analisis data sekunder tersebut dapat memfasilitasi indisipliner. Hal ini tidak mengherankan bahwa analisis data sekunder memberikan kesempatan yang besar untuk peneliti indisipliner, sebagai kolaborasi sering berada pada akar analisis sekunder. Artinya, peneliti dari berbagai disiplin sering berkolaborasi dalam merancang pengumpulan data. Keterbatasan dan tantangan dalam analisis data sekunder yang dicirikan dari orang-orang yang terlatih, terukur, dan kohort. Melakukan analisis sekunder pada data kadang-kadang sulit, terutama ketika salah satu kekurangan tertentu. Banyak sekali peneliti yang harus mengkonversikan data yang disediakan pada CD kompatibel dengan paket menggunakan software statistik, dan beberapa upaya yang dilakukan sebelum data diubah menjadi format data yang lebih penting ketika melakukan analisis sekunder pada arsip data. Terdapat cara-cara khusus yang digunakan untuk membantuk peneliti dalam mengangani beberapa tantangan yang disediakan.
Tahun 1962, Konsorium antar Universitas Politik dan Sosial Penelitian (ICPSR) didirikan oleh survey pusat penelitian di Universty of Michigan dan 21 universitas lainnya di Amerika Serikat. Mahasiswa dan peneliti yang menghadiri dan yang berpartisipasi dalam lembaha dapat mengases data sekunder publik dengan cara mendaftar sebagai anggota ICPSR.
Data juga dikumpulkan dari orang tua dan saudara, lingkungan, sekolah dan guru, teman, mitra kerja, hal ini memungkinan peneliti dapat mengkeplore bagimana pencapaian dampak sosial lingkungan dan hasil yang berhubungan dengan kesehatan remaja awal yang beranjak dewasa. Data kesehatan dikumpulkan dalam empat titik waktu. Pertama (1994-1995) yang berfokus pada anak-anak umur 7-12 tahun dilihat berdasarkan keluarga, sekolah, dan demografi diri. Kedua (1996), dilakukan survei pada 15.000 siswa pada tahun yang sama dan dari banyak daerah. Ketiga (2001), lebih berfokus pada anak kuliah dan pekerja, yang mencakup orang-orang umur 18-26 tahun. Keempat (2007-2008), yang disurvei dari mereka adalah fokus kepada banyaknya pilihan hidup dalam dewasa muda. Data ini telah digunakan untuk melacak tren perkembangan mulai masa anak-anak, remaja, sampai dewasa muda.
ELS: 2002 terdiri dari 4 gelombang. Gelombang 1 (2002) yang berfokus pada infomasi demografis 10 siswa dalam kelas berdasarkan pengalaman sekolah, sikap, dan keyakinan. Gelombang 2 (2004) berfokus pada siswa sekolah dan pengalaman bekerja dan rencana untuk masa depan. Gelombang 3 (2006), berfokus pada masalah akses perguruan tinggi dan pilihan. Gelombang 4 (2012) berfokus pada hasil penilaian seperti ketekunan, pencapaian pendidikan tertinggi, dan transisi ke tempat kerja.
Sementara ada beberapa cara bagi para peneliti untuk mengidentifikasi bakat dan mahasiswa berbakat dari berbagai cara ELS: 2002. Pertama cariabel transkip tindak lanjut dan masuk perguruan tinggi skor tes, yang terdiri dari data yang dikumpulkan dari transkrip dan menawarkan informasi yang sangat berharga. Kemudian menggunakan data dari kedua variabel transkrip tindak lanjut data pertama dan skor perguruan tinggi, peneliti bias mengindentifikasi bakat dan siswa berbakat. Artinya bisa mempertimbangkan saru siswa berbakat dan mencetak dalam level pada tes tertentu.

3.     Ringkasan dan Kesimpulan
Menggambarkan bagaimana data analisis sekunder sangar berharga untuk pengumpulan data asli dan analisis. Analisis data sekunder tidak harus dilihat sebagai pengganti data primer malainkan sebagai sumber alternatif untuk peneliti pengembangan bakat. Memahami pentingnya pengumpulan dan pengarsipan data longitudinal pada individu berbakat yang benar-benar penting untuk memajukan bidang dalam penilitian pendidikan berbakat pada abad-21. 

Refrensi Jurnal:
https://docs.lib.purdue.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1048&context=giftedchildren

Jumat, 22 April 2016

HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

10 Istilah Yang Sering Digunakan Dalam HAKI
1.      Simbol Copyright (©)
Simbol © kepanjangan dari copyright artinya Hak Cipta, merupakan logo yang digunakan dalam lingkup cipta dengan kata lain karya tersebut orisinil. Pengunanaan simbol © dapat digunakan walaupun karya tersebut tidak dapat dibuktikan dengan sertifikat hak cipta, karena perlindungan hak cipta bersifat otomatis (automathic right), namun adanya sertifikat hak cipta dapat menjadi bukti formil dimata penegak hukum. Istilah copyright memiliki simbol “huruf C dalam lingkaran”. Simbol ini masuk dalam simbol tipe ketiga, yaitu simbol yang telah digunakan secara luas oleh masyarakat. Untuk mengetahui apa makna hukum yang terkandung dari simbol copyright tersebut, mari kita tinjau sedikit mengenai hukum copyright.

2.      Simbol Registered (®)
Simbol ® merupakan kepanjangan dari Registered Merk artinya merek terdaftar. Merek- Merek yang menggunakan simbol tersebut mempunyai arti bahwa merek tersebut telah terdaftar dalam Daftar Umum Merek yang dibuktikan dengan terbitnya sertifikat merek.
R (Registered /®). Simbol ini kepanjangan dari Racol, yaitu Registered & Authorized Company Logo, yang berfungsi untuk memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa tanda yang sertai dengan simbol ini sudah terdafter di kantor merek dagang negaranya setempat.

3.      TM (Trademark / TM)
Untuk merek dagang yang belum terdaftar, yaitu sebuah simbol yang digunakan untuk memproduksi suatu merek dagang. Contohnya: Logo TM pada image jendela di logo microsoft windows, dan kata “I’m lovin’ it” pada logo McDonald.

4.      SM (Servicemark / SM)
Untuk merek layanan yang belum terdaftar, yaitu sebuah tanda yang digunakan untuk mempromosikan servis dari suatu layanan, jadi yang di tandai adalah proses pengiklanan dari suatu layanan bukan kepada desain kemasan dari layanan tersebut. Layanan transportasi dapat meletakkan simbol TM tersebut pada kendaraan mereka, seperti pesawat, atau bis. Layanan personal dapat meletakkannya pada kendaraan pengangkut mereka seperti truk, atau mobil van.
Tetapi apabila layanannya berkaitan dengan telekomunikasi, sangat mungkin sebuah suara di tandai dengan simbol SM (tanda suara) saat proses penyampaian layanan tersebut. Contohnya AT&T, yang menggunakan nada sambung suara wanita yang menyebutkan nama perusahaan untuk menjelaskan layanan mereka, dan MGM yang menggunakan suara auman singa untuk film-film mereka.


5.      Pencipta
Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, cekatan, ketrampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

6.      Pemegang Hak Cipta
Pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta, atau orang yang menerima hak tersebut dari Pencipta, atau orang lain yang menerima lebih lanjut hak dari orang tersebut di atas.

7.      Ciptaan
Hasil setiap karya Pencipta dalam bentuk yang khas dan menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.

8.      Passing off 
Merupakan suatu upaya/tindakan/perbuatan  yang mengarah kepada adanya suatu pelanggaran dalam bidang hak atas kekayaan intelektual, dalam hal ini hukum merek.  Jadi dalam hal tersebut pelanggaran tersebut belumlah terjadi, baru merupakan usaha-usaha yang mengarah kepada terjadinya pelanggaran;

9.      Infringement 
Merupakan suatu tindakan yang termasuk pelanggaran dalam bidang hak atas kekayaan intelektual, dalam hal ini hukum merek.  Jadi dalam hal tersebut, pelanggaran itu telah terjadi.

10.  Invention
Suatu penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Benda atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan dengan hasil kreasi baru. Misalnya penemuan teori belajar, teori pendidikan, teknik pembuatan barang dari plastik, mode pakaian, dan sebagainya. Tentu saja munculnya ide atau kreativitas berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, dari hal-hal yang sudah ada, tetapi wujud yang ditemukannya benar-benar baru.

Contoh studi kasus pelanggaran HAKI
1.      Kasus Pelanggaran Hak Cipta, Status Minati Atmanegara Masih Saksi
Minati Atmanegara dengan Roy Yulius Tobing sebelumnya rekanan dan pernah bekerjasama.
Liputan6.com, Jakarta Minati Atmanegara dilaporkan oleh Roy Tobing terkait pelanggaran hak cipta. Roy mengklaim Minati telah meniru gerakan senam yang telah Roy patenkan pada Juli 2014. Menanggapi hal tersebut pihak kepolisian telah memeriksa 12 saksi termasuk Minati Atmanegara. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus terkait.
“Setelah melakukan pemeriksaan, kami akan gelar perkara dan simpulkan untuk meningkatkan apakah ini menjadi tersangka atau masih mengumpulkan keterangan alat bukti lain,” kata Martinus di kantornya, Kamis (22/1/2015). Mengenai status Minati, Martinus menerangkan bahwa kakak dari Chintami Atmanegara ini masih menjadi saksi. “Saudari Minati diperiksa beberapa hari yang lalu sebagai saksi. Hari ini nggak ada pemeriksaan,” sambung Martinus.
Mengenai hasil pemeriksaan, Martinus melanjutkan bahwa Minati telah menyampaikan beberapa keterangan yang diklaim dan sudah mempunyai hak cipta. Seperti yang dijelaskan oleh Martinus, Minati juga telah mempatenkan gerakan senam tersebut pada Mei 2014. Martinus juga menambahkan bahwa antara terlapor dan pelapor sempat memiliki hubungan kerjasama. “Pihak terlapor dan pelapor sudah saling kenal, pernah bekerjasama, tapi karena satu hal atau lainnya, sampai kepada pelaporan terhadap gerakan. Keduanya sama-sama punya hak cipta,” jelas Martinus.


2.      Album Koes Plus ‘Dheg Dheg Plus.
Pihak pemegang hak cipta lagu album Koes Plus ‘Dheg Dheg Plus’ dimiliki oleh Tommy Darmo. Tommy melaporkan pihak label RPM yang tiba-tiba merilis ulang lagu tersebut. Alhasil pihak Tommy pun membawa kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. RPM dianggap melanggar Undang-undang No 12/2009 tentang hak cipta lagu. Ia pun mengajukan gugatan dan meminta ganti rugi senilai Rp 9,9 miliar.